Rasa Cemas dan Rindu Orang Tua Saat Anak di Pesantren: Antara Perjuangan dan Keikhlasan

Dipublikasikan oleh masjidhafidzalaqsha@gmail.com pada

Tak ada pelukan yang lebih hangat dari pelukan orang tua. Tak ada tatapan yang lebih menenangkan dari mata seorang ibu saat menatap anaknya pulang sekolah. Namun, ketika seorang anak memutuskan untuk menuntut ilmu di pesantren, terutama jauh dari rumah, ada ruang kosong yang tak terhindarkan di hati orang tua: rasa rindu dan cemas yang mendalam.

Rindu itu manusiawi. Sejak kecil, orang tua adalah pelabuhan pertama anak-anaknya. Setiap tawa, tangis, dan cerita selalu kembali pada pangkuan mereka. Ketika anak berada di pesantren, ada kerinduan akan suara, tanya kabar, hingga senyumnya yang setiap hari menyinari rumah. Tak jarang, orang tua menatap ponsel hanya untuk menanti kabar—meski sebatas “Assalamu’alaikum, Bu.”

Cemas itu bentuk cinta. Apakah anakku makan dengan cukup? Apakah ia sehat? Apakah ia bisa bangun tahajud? Apakah ia merasa sedih atau kesepian? Semua pertanyaan itu mengendap dalam batin, menunjukkan betapa cinta orang tua tak pernah putus, meski jarak memisahkan.

Namun di balik rindu dan cemas itu, ada keikhlasan besar yang sedang dibangun. Orang tua meyakini bahwa di pesantren, anak mereka sedang dibentuk menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan dekat dengan Al-Qur’an. Mereka sadar, bahwa perpisahan sementara ini adalah investasi panjang untuk kehidupan dunia dan akhirat sang anak.

Maka, doa menjadi jembatan yang menghubungkan hati yang jauh. Di setiap sujud, ada nama sang anak yang disebut dengan penuh harap. Dan di pesantren, para santri pun memanjatkan doa terbaik untuk orang tua yang telah merelakan mereka menjadi pejuang ilmu.

Karena pada akhirnya, rindu ini bukan untuk diratapi, tapi untuk disyukuri. Karena tak semua orang tua diberi kesempatan untuk menyekolahkan anaknya di jalan Allah. Dan tak semua anak, diberi keberanian untuk jauh dari zona nyaman demi meraih ridha-Nya.


1 Komentar

Indriaty · Juli 18, 2025 pada 2:35 pm

Assalamualaikum pak ustadz
Alhamdulillah Sy selaku orang tua santri sangat bersyukur dan berterima kasih banyak kepada pak ustadz atas bimbingan dan ilmu yang telah di berikan kepada anak kami selama di pondok semoga kebaikan pak ustadz menjadi ladang pahala di akhirat nanti sehat selalu pak ustadz 🤲🏻🙏🏻

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *